Banyak orang di digital marketing terjebak di satu lingkaran yang sama.
Kalau iklan tidak perform:
- Ganti desain
- Ganti copy
- Ganti headline
- Ganti format
Lalu berharap hasilnya berbeda.
Padahal… kalau jujur sedikit saja:
Masalahnya seringkali bukan di iklannya.
Saya pernah ada di fase itu.
Merasa bahwa:
- mungkin visualnya kurang menarik
- mungkin copy-nya kurang “nendang”
- mungkin kurang kreatif
Tapi setelah dipelajari lebih dalam, ternyata ada satu hal yang sering terlewat.
Saya belajar dari
Eugene Schwartz
melalui bukunya
Breakthrough Advertising.
Bahwa:
Market itu punya level.
Dan setiap level butuh pendekatan yang berbeda.
Market Itu Tidak Kosong
Seringkali kita menganggap audience itu seperti orang yang baru pertama kali melihat iklan.
Padahal tidak.
Mereka sudah:
- melihat puluhan bahkan ratusan iklan
- mendengar janji yang mirip
- mencoba beberapa solusi
- bahkan mungkin sudah pernah kecewa
Artinya:
Mereka datang ke iklan kita bukan sebagai orang baru.
Tapi sebagai orang yang sudah punya pengalaman.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Kita bicara seolah-olah mereka belum pernah dengar apa-apa.
Contohnya:
- “Lebih cepat”
- “Lebih mudah”
- “Lebih lengkap”
- “All in one”
Kalimat-kalimat ini bukan salah.
Tapi…
Sudah terlalu sering dipakai.
Baca Juga: Apa yang Dipikirkan Seorang CMO di Malam Senin ?
Ketika Semua Terdengar Sama
Kalau semua brand mengatakan hal yang sama…
Maka di kepala market:
Semua terasa tidak ada bedanya.
Dan ketika tidak ada perbedaan…
👉 Tidak ada alasan untuk memilih.
Baca Juga: Banyak Manusia Hebat Jatuh karena Syahwat Perut (dan Maaf… di Bawah Perut)
Cara Berpikir yang Perlu Diubah
Bukan lagi:
“Gimana bikin iklan lebih keren?”
Tapi:
“Market ini sudah bosan dengan janji apa?”
Baca Juga: Quick Wins: 5 Hal yang Bisa UMKM Lakukan Hari Ini untuk Increase Sales
Sedikit Tentang Level Market
Kalau disederhanakan dari konsep Eugene Schwartz:
- Ada market yang masih polos → cukup edukasi
- Ada market yang mulai sadar → butuh angle berbeda
- Ada market yang jenuh → butuh cara pandang baru
- Ada market yang sudah sangat jenuh → butuh belief baru
Dan di era sekarang…
Mayoritas market sudah di level jenuh.
Baca Juga: ROI Mindset: Gimana Cara Measure Setiap Rupiah yang Anda Invest di Marketing
Jadi Bukan Soal Kreatif Lagi
Ini yang sering tidak enak untuk diakui.
Kita sibuk memperbaiki:
- warna
- desain
- kata-kata
Padahal yang perlu diubah adalah:
Cara kita memahami market.
Baca Juga: Strategi Integrated Marketing: Gimana Combine SEO, Ads, Content, dan Email untuk Maximum ROI
Contoh Sederhana
Kalau semua orang jualan:
“Software akuntansi yang memudahkan laporan”
Maka yang berbeda bukan yang paling keren.
Tapi yang berani bilang:
“Cara baru membaca bisnis tanpa harus jadi orang finance”
Leave a Reply