Indonesia Diperebutkan Blok AI AS–China, Google Tulis Ulasan di Iklan: 4 Update AI untuk Pebisnis & Marketer (Oktober 2026)

Seorang klien pernah bertanya ke saya, “Kang, kita pakai AI dari Amerika atau dari China?” Saat itu saya jawab, pakai yang paling cocok untuk pekerjaannya. Akhir pekan ini, pertanyaan sederhana itu naik kelas jadi urusan geopolitik. Kantor berita AP melaporkan bahwa Amerika Serikat dan China kini membentuk “blok AI” masing-masing, dan Indonesia termasuk negara yang berada di tengah tarikan itu.

Di saat yang sama, dunia iklan juga bergerak. Google mulai menulis ringkasan ulasan pelanggan dengan AI langsung di iklan Search, Meta menunda syarat baru yang memberinya izin merayapi (crawl) website bisnis, dan Google memperjelas berapa lama kampanye Smart Bidding boleh “belajar”. Berikut empat update AI dari 21–25 Oktober 2026 yang menurut saya paling relevan untuk pebisnis dan marketer di Indonesia.

Ringkasan cepat (TL;DR):

  • AS (lewat Pax Silica) dan China (lewat WAICO) makin keras menarik negara lain ke bloknya. Indonesia sudah menjadi anggota pendiri WAICO, tetapi ingin tetap “menjadi bagian dari keduanya”.
  • Google Ads kini menampilkan ringkasan ulasan buatan AI (hanya yang positif) di iklan Search berbahasa Inggris di AS, Inggris, Australia, dan India. Pengiklan tidak bisa mengedit teksnya.
  • Meta menunda syarat komersial dan iklan barunya dari 30 Oktober ke 20 November 2026 dan menghapus kalimat soal pelatihan AI, tetapi klausul crawling website tetap ada.
  • Dokumen resmi Google Ads kini menegaskan status Learning Smart Bidding tidak pernah lebih dari 7 hari, dan perubahan budget, target, materi iklan, atau penargetan tidak memicunya.

1. Indonesia di Tengah Tarik-Menarik Blok AI Amerika dan China

Laporan AP pada 25 Oktober 2026 menggambarkan dua kubu yang makin jelas. Di satu sisi ada Pax Silica, kelompok yang dipimpin AS dan berfokus pada rantai pasok AI. Di sisi lain ada WAICO (World Artificial Intelligence Cooperation Organization, Organisasi Kerja Sama AI Dunia) yang diinisiasi China. Departemen Luar Negeri AS bahkan menyatakan negara tidak bisa menjadi mitra tepercaya Pax Silica sambil ikut inisiatif yang memajukan visi tandingan.

Indonesia sudah memilih langkah pertamanya. Menurut Antara, Indonesia menjadi salah satu dari 29 negara pendiri WAICO yang diresmikan di Shanghai pada 17 Juli 2026, dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hadir di acara pendirian. Namun kepada AP, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Pangestu menegaskan Indonesia ingin menjadi “bagian dari keduanya” dan “memilih sistem terbaik”. Contoh negara lain menarik: Jepang tetap sejalan dengan AS untuk urusan strategis, tetapi memakai model China yang lebih murah untuk aplikasi berisiko rendah.

Artinya buat bisnis/marketer: pilihan tools AI bukan lagi sekadar soal harga dan fitur. Akses ke chip, model, atau layanan cloud bisa ikut dipengaruhi kebijakan negara. Bisnis yang seluruh sistemnya bergantung pada satu penyedia akan paling repot jika aturan berubah.

Langkah praktis: petakan AI apa saja yang menopang operasional Anda (chatbot, otomasi, analitik). Pastikan data dan prompt penting bisa dipindahkan ke penyedia lain, dan untuk pekerjaan berisiko rendah, uji alternatif termasuk model terbuka (open model).

Baca Juga: Google Ads Bidik Pelanggan Lama, Data Gmail Bisa Jadi Sinyal Iklan: 5 Update AI untuk Pebisnis & Marketer (Oktober 2026)

Google memperkenalkan review summaries (ringkasan ulasan) di iklan Search. Menurut halaman bantuan Google yang dilaporkan PPC Land pada 25 Oktober 2026, AI merangkum ulasan tentang bisnis Anda “dari seluruh web”, lalu menampilkannya langsung sebagai bagian iklan. Fitur ini berlaku untuk kampanye Search berbahasa Inggris di AS, Inggris, Australia, dan India, kecuali kategori sensitif seperti farmasi. Format serupa sudah diuji sejak akhir Agustus dengan judul “What customers love“.

Ada tiga detail penting. Ringkasannya hanya berisi hal positif. Pengiklan tidak bisa mengedit atau mengubah teksnya. Google hanya menampilkannya jika diprediksi meningkatkan performa iklan.

Artinya buat bisnis/marketer: ulasan pelanggan kini ikut menjadi “copywriter” iklan Anda. Indonesia belum masuk daftar, tetapi pola Google biasanya dimulai dari pasar berbahasa Inggris lalu meluas. Bisnis yang ulasannya sedikit atau tersebar tidak rapi akan kalah menarik dibanding pesaing yang ulasannya kaya.

Langkah praktis: mulai sekarang, rutin minta ulasan dari pelanggan puas di Google Business Profile dan marketplace. Arahkan mereka untuk menyebut hal spesifik, seperti kecepatan kirim atau layanan purnajual. Jika Anda beriklan ke India, Australia, atau pasar berbahasa Inggris lainnya, pantau tampilan iklan Anda dan bersiaplah menjelang musim belanja akhir tahun.

Baca Juga: Meta Lempar Risiko Iklan AI ke Pengiklan, Walmart Buka Pintu untuk Agen AI: 4 Update AI untuk Marketer (Oktober 2026)

3. Meta Tunda Syarat Baru ke 20 November, Klausul Crawling Website Tetap Ada

Pekan lalu saya menulis bahwa Meta akan melempar risiko iklan AI ke pengiklan mulai 30 Oktober. Ada perkembangan: Meta menunda berlakunya Commercial Terms dan Self-Serve Ad Terms yang baru ke 20 November 2026. Engadget, mengutip juru bicara Meta kepada Reuters, menyebut penundaan ini untuk memberi waktu menjelaskan perubahan ke mitra dan pemangku kepentingan.

Penundaan ini terjadi setelah penerbit dan pengiklan mengadu ke otoritas persaingan usaha di Uni Eropa dan Inggris. Meta menghapus kalimat yang menyebut konten website bisnis bisa dipakai untuk melatih AI. Namun, menurut PPC Land, izin bagi Meta untuk merayapi (crawl) URL yang terkait produk atau layanan bisnis masih ada, dengan tujuan iklan dan produk bisnis. Bagian soal fitur AI dan ganti rugi (indemnification) yang dikritik sebelumnya tampak belum berubah. Meta menyatakan pemilik website tetap bisa mengatur preferensi lewat robots.txt.

Artinya buat bisnis/marketer: tanggalnya mundur, tetapi isu utamanya belum selesai. Syarat ini berlaku untuk semua bisnis yang memakai produk Meta secara komersial, dan terus beriklan setelah pemberitahuan dianggap sebagai persetujuan.

Langkah praktis: manfaatkan waktu tambahan sampai 20 November untuk membaca ulang syaratnya bersama tim legal. Cek file robots.txt website Anda, dan tetapkan aturan internal soal review klaim materi iklan buatan AI sebelum tayang.

Baca Juga: Claude Duet Rilis, Salesforce Beli Braze US$5,66 Miliar: 4 Update AI untuk Pebisnis & Marketer (Oktober 2026)

4. Smart Bidding: Status Learning Kini Maksimal 7 Hari

Google menulis ulang dokumen bantuan Smart Bidding dengan judul baru, “About Smart Bidding learning”, yang dilaporkan Search Engine Roundtable pada 21 Oktober 2026. Kalimat kuncinya: status Learning (masa belajar) “tidak pernah lebih dari 7 hari”. Status ini hanya muncul karena tiga perubahan struktural: strategi bidding baru atau diaktifkan ulang, penambahan atau pengurangan kampanye, grup iklan, atau kata kunci dalam strategi, serta perubahan besar pada tujuan konversi.

Yang sering membuat marketer ragu justru dijawab tegas: perubahan budget, target (CPA/ROAS), materi iklan, dan penargetan seperti lokasi atau audiens tidak menghapus data historis dan tidak memicu status Learning.

Artinya buat bisnis/marketer: mitos “jangan sentuh kampanye selama dua minggu” perlu direvisi. Anda boleh menaikkan budget saat promo tanpa takut kembali ke titik nol. Namun Google tetap menyarankan tidak mengubah target berkali-kali dalam satu siklus konversi.

Langkah praktis: gunakan satu tujuan konversi utama yang konsisten, satukan kampanye yang datanya tipis, dan jaga budget harian cukup besar. Ini sejalan dengan mode retensi Google Ads yang saya bahas kemarin: data konversi yang bersih adalah bahan bakar semua fitur AI di iklan.

Baca Juga: Iklan ChatGPT Makin Murah, Google Pasang Iklan di AI Mode: 5 Update AI untuk Marketer (Oktober 2026)

Jadi, Apa yang Perlu Dilakukan Sekarang?

Saya merangkumnya dengan kerangka Playing to Win: Where to Play (di mana Anda bermain) dan How to Win (bagaimana Anda menang).

Where to Play:

  • Kanal yang paling bergantung pada AI platform: Google Ads dan Meta Ads. Di sinilah aturan, otomasi, dan cara iklan ditampilkan berubah paling cepat.
  • Reputasi di luar website Anda: ulasan di Google, marketplace, dan media sosial kini ikut dibaca AI dan bisa tampil di iklan.
  • Infrastruktur AI internal: tools dan model yang menopang operasional, karena tarik-menarik blok AS–China bisa memengaruhi akses dan biaya.

How to Win:

  1. Bangun “mesin ulasan” yang sistematis, bukan sporadis. Ulasan spesifik adalah aset iklan masa depan.
  2. Rapikan data konversi dan berhenti takut mengubah budget. Fokuslah pada konsistensi tujuan, bukan membekukan kampanye.
  3. Baca syarat platform sebelum berlaku, bukan sesudah ada masalah. Tandai 20 November di kalender tim.
  4. Hindari ketergantungan pada satu penyedia AI. Simpan data, prompt, dan alur kerja dalam format yang bisa dipindahkan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah ringkasan ulasan AI di Google Ads sudah berlaku di Indonesia?
Belum. Per Oktober 2026, fitur ini berlaku untuk kampanye Search berbahasa Inggris di AS, Inggris, Australia, dan India.

Kapan syarat baru Meta untuk pengiklan berlaku?
Meta menunda berlakunya dari 30 Oktober ke 20 November 2026.

Berapa lama masa learning Smart Bidding Google Ads?
Menurut dokumen resmi Google, status Learning tidak pernah lebih dari 7 hari. Perubahan budget, target, materi iklan, dan penargetan tidak memicunya.

Apakah Indonesia masuk blok AI China?
Indonesia menjadi anggota pendiri WAICO sejak Juli 2026, tetapi pemerintah menyatakan ingin tetap terbuka bekerja sama dengan kedua pihak.

AI tidak sedang memilih pemenang di antara negara atau platform. AI sedang memilih bisnis yang datanya rapi, reputasinya jujur, dan tidak bergantung pada satu pintu.

Kang Yudha

Dari empat update ini, mana yang paling memengaruhi strategi Anda bulan depan? Tulis di kolom komentar, saya baca satu per satu.

Sumber