Kang Yudha Herbaputra #catatankangyudha

Apa yang Dipikirkan Seorang CMO di Malam Senin ?

Bukan Sekadar Marketing. Tapi Menentukan Arah Pertumbuhan Bisnis.

Banyak orang mengira CMO itu tugasnya :
– bikin campaign,
– review desain,
– posting konten,
– atau sekadar mengurus iklan.

Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

CMO (Chief Marketing Officer) sejatinya adalah:
> orang yang bertanggung jawab memastikan perusahaan terus bertumbuh lewat demand, positioning, dan momentum pasar.

Karena itu, malam Senin bagi seorang CMO bukan sekadar “persiapan kerja”.

Tapi:
– membaca arah minggu,
– menentukan prioritas perang,
– dan memastikan energi perusahaan tidak habis untuk hal yang tidak menghasilkan dampak.

#Kesalahan Banyak Tim Marketing

Banyak tim marketing terlihat:
– sibuk,
– meeting terus,
– campaign banyak,
– revisi banyak,
– brainstorming terus,
– dashboard penuh,
– dan aktivitasnya terlihat keren.

Tapi pertanyaannya:
> apakah semua itu benar-benar menghasilkan impact bisnis?

Karena sering kali:
– sibuk ≠ produktif,
– ramai ≠ bertumbuh,
– dan banyak aktivitas ≠ banyak hasil.

Ada tim yang terlihat sangat aktif di permukaan…
padahal sebenarnya:
– tidak menghasilkan leads berkualitas,
– tidak meningkatkan conversion,
– tidak memperkuat positioning,
– dan tidak mempercepat pertumbuhan bisnis.

Akhirnya perusahaan merasa:
> “marketing jalan terus… tapi growth-nya kok begitu-begitu saja?”

Karena:
> kesibukan tanpa arah hanya menghasilkan kelelahan, bukan pertumbuhan.

# Yang Dipikirkan CMO di Malam Senin

Minimal ada beberapa hal besar yang biasanya ada di kepala seorang CMO.

# 1. “Apa Target Bisnis Minggu Ini?”

CMO bagus selalu memulai dari:
> outcome bisnis.

Bukan dari:
– konten apa,
– desain apa,
– atau mau posting apa.

Tapi:
– revenue naik?
– leads naik?
– closing naik?
– awareness naik?
– retention naik?

Karena marketing bukan tujuan.
Marketing adalah alat pertumbuhan bisnis.

# 2. “Apa Battle Paling Penting Minggu Ini?”

Ini yang sering hilang.

Semua dianggap prioritas.

Padahal kenyataannya:
> perusahaan biasanya hanya punya 1–2 leverage terbesar dalam satu waktu.

Contoh:

Minggu ini mungkin fokusnya:
– meningkatkan demo request,
– mempercepat closing,
– menurunkan CPL,
– meningkatkan webinar registrant,
– atau memperkuat positioning brand.

CMO harus memilih:
> perang mana yang paling penting dimenangkan minggu ini.

Karena:
> kalau semua prioritas, maka tidak ada yang benar-benar diprioritaskan.

# 3. “Funnel Kita Bocor di Mana?”

CMO tidak boleh hanya lihat angka atas.

Dia harus berpikir:
masalah sebenarnya ada di mana?

## Apakah traffic kurang?

Kalau iya:
– awareness problem,
– distribution problem,
– atau creative problem.

## Apakah CTR rendah?

Kalau iya:
– messaging salah,
– hook lemah,
– audience tidak tepat.

## Apakah leads masuk tapi tidak closing?

Kalau iya:
– sales problem,
– offer problem,
– trust problem,
– atau follow up problem.

# Karena Sering Kali…

Masalah terbesar bukan iklan.

Tapi:
– positioning membingungkan,
– sales lambat,
– landing page lemah,
– offer kurang jelas,
– atau produk belum siap.

CMO harus bisa melihat:
> akar masalah sebenarnya.

# 4. “Energi Tim Minggu Ini Akan Habis untuk Apa?”

Ini penting.

Karena energi tim itu mahal.

CMO bagus biasanya berpikir:
> “Apakah energi tim digunakan untuk hal yang benar?”

Atau malah habis untuk:
– revisi tidak penting,
– meeting terlalu banyak,
– pekerjaan yang terlihat keren tapi tidak menghasilkan impact,
– campaign tanpa objective jelas,
– atau aktivitas yang sebenarnya hanya membuat tim terlihat sibuk.

# CMO Hebat Biasanya Kejam pada Prioritas

Dia tahu:
– mana yang menghasilkan leverage,
– mana yang hanya terlihat produktif,
– dan mana yang benar-benar mendorong pertumbuhan bisnis.

Karena:
> perusahaan tumbuh bukan dari banyak aktivitas.
> Tapi dari aktivitas yang tepat.

# 5. “Apa Narasi Utama Minggu Ini…
Apa yang Dipikirkan Seorang CMO di Malam Senin?
## Bukan Sekadar Marketing. Tapi Menentukan Arah Pertumbuhan Bisnis.

 

Kegiatan CMO Malam Senin
Exit mobile version