Kang Yudha Herbaputra #catatankangyudha

SEO, GEO, dan AI Search: Jangan Tergoda “Hack”, Fokus ke Hal yang Benar

Banyak orang sekarang mulai bicara tentang GEO atau Generative Engine Optimization.

Istilahnya terdengar baru. Seolah-olah SEO lama sudah mati, lalu kita harus memakai trik baru agar website muncul di AI seperti Google AI Overviews, AI Mode, ChatGPT, Perplexity, dan sejenisnya.

Saya paham kenapa ini menarik.

Ketika cara orang mencari informasi berubah, pelaku bisnis wajar merasa perlu cepat beradaptasi. Tapi justru di titik ini kita perlu hati-hati.

Karena tidak semua yang terdengar baru itu benar-benar penting. Dan tidak semua “hack AI Search” layak dijadikan prioritas.

Berdasarkan panduan terbaru Google tentang generative AI di Search, arah besarnya cukup jelas:

Untuk bisa muncul dan dipercaya di fitur AI Search Google, website tetap harus kuat di fundamental Search.

Artinya, sebelum sibuk mengejar trik GEO, kita perlu memastikan hal-hal dasar sudah benar.


AI Search Bukan Berarti SEO Lama Dibuang

Google menjelaskan bahwa fitur seperti AI Overviews dan AI Mode tetap menggunakan sistem Search Google sebagai fondasi.

Dengan bahasa sederhana:

Jadi, kalau halaman website kita tidak bisa di-crawl, tidak terindeks, kontennya tipis, atau tidak jelas manfaatnya, maka peluang tampil di AI Search juga kecil.

AI Search bukan pintu ajaib yang bisa dilewati dengan trik teknis semata.


Yang Perlu Dihentikan: GEO Hack yang Tidak Jelas Dampaknya

Saat tren baru muncul, biasanya muncul juga banyak “resep cepat”.

Misalnya:

Untuk Google Search, hal-hal seperti ini bukan prioritas utama.

Bukan berarti semua eksperimen dilarang. Tapi kalau sumber daya terbatas, apalagi untuk bisnis yang butuh hasil, kita harus membedakan antara:

1. Hal yang benar-benar berdampak pada bisnis. 2. Hal yang hanya terdengar canggih.

Dalam banyak kasus, mengejar terlalu banyak “AI SEO hack” justru membuat tim lupa pada pekerjaan inti: membuat konten yang benar-benar berguna, jelas, bisa dipercaya, dan bisa menghasilkan leads atau penjualan.


Konten Generik Akan Makin Lemah

Salah satu poin paling penting di era AI Search adalah ini:

Konten generik akan semakin mudah kalah.

Artikel seperti:

…kalau isinya hanya rangkuman umum, makin sulit punya nilai unik.

Kenapa?

Karena AI bisa merangkum informasi umum dengan sangat cepat.

Maka yang dibutuhkan bukan sekadar artikel panjang. Yang dibutuhkan adalah konten non-komoditas.

Maksudnya konten yang punya nilai unik, seperti:

Konten seperti ini lebih sulit digantikan oleh AI karena ada pengalaman, konteks, dan penilaian manusia di dalamnya.


Di Era AI, Konten Harus Membantu Orang Mengambil Keputusan

Menurut saya, ini perubahan besar yang perlu dipahami pemilik bisnis dan marketer.

Dulu, banyak strategi SEO berhenti di pertanyaan:

“Keyword apa yang dicari orang?”

Sekarang pertanyaannya harus naik level:

“Keputusan apa yang sedang ingin diambil orang?”

Contoh:

Orang yang mencari software akuntansi mungkin tidak hanya butuh definisi. Mereka mungkin sedang memikirkan:

Kalau konten kita hanya menjawab definisi, maka konten itu lemah.

Tapi kalau konten kita membantu pembaca memahami masalah, membandingkan opsi, melihat risiko, dan mengambil langkah berikutnya, maka nilainya jauh lebih tinggi.

Inilah arah SEO dan GEO yang lebih sehat: bukan mengejar mesin, tapi membantu manusia mengambil keputusan dengan lebih baik.


Technical SEO Tetap Penting

Walaupun kita bicara AI, hal teknis tetap tidak boleh diabaikan.

Beberapa hal dasar yang tetap penting:

AI Search tetap membutuhkan sumber yang bisa ditemukan dan dipercaya.

Kalau fondasi teknis berantakan, konten bagus pun bisa sulit tampil maksimal.


Jangan Hanya Ukur Ranking, Ukur Dampak Bisnis

Satu hal menarik dari update terbaru Google Analytics adalah munculnya pengukuran traffic dari AI Assistant.

Artinya, sebagian traffic dari asisten AI mulai bisa dikenali di GA4 melalui channel khusus.

Ini penting karena selama ini banyak diskusi AI Search terasa abstrak:

Sekarang kita perlu mulai mengukur dengan lebih serius.

Bukan hanya:

Tapi juga:

Karena pada akhirnya, SEO yang sehat bukan hanya soal terlihat. SEO harus membantu bisnis bertumbuh.


Playbook Praktis untuk Bisnis

Kalau diringkas, ini pendekatan yang menurut saya paling masuk akal untuk menghadapi SEO, GEO, dan AI Search:

1. Pastikan halaman bisa ditemukan

Mulai dari hal dasar: crawlable, indexable, snippet-eligible, dan punya internal link yang jelas.

2. Buat konten yang tidak generik

Tambahkan sudut pandang, pengalaman, contoh, data, perbandingan, dan insight praktis.

3. Jawab pertanyaan sekitar keputusan pembeli

Jangan hanya mengejar satu keyword. Bahas juga risiko, alternatif, biaya, proses, syarat, dan langkah berikutnya.

4. Jangan membuat halaman tipis terlalu banyak

Kalau banyak pertanyaan masih berada dalam satu konteks keputusan, lebih baik digabung menjadi satu konten kuat daripada dipecah menjadi banyak halaman lemah.

5. Gunakan schema, gambar, dan video dengan wajar

Bukan untuk manipulasi mesin, tapi untuk memperjelas konteks bagi manusia dan mesin pencari.

6. Ukur sampai konversi

Gunakan Google Search Console untuk melihat performa Search, dan GA4 untuk melihat channel seperti Organic Search, Referral, dan AI Assistant. Tapi jangan berhenti di traffic. Ukur juga leads dan konversinya.


Kesimpulan

SEO tidak mati karena AI.

Yang mulai mati adalah SEO yang terlalu generik, terlalu teknis tanpa nilai manusia, dan terlalu fokus pada traffic tanpa arah bisnis.

Di era AI Search, pekerjaan kita bukan sekadar membuat konten agar “dibaca mesin”.

Pekerjaan kita adalah membuat konten yang:

Jadi kalau ada yang bertanya, “Apa strategi GEO terbaik saat ini?”

Jawaban saya sederhana:

Bangun website dan konten yang memang layak direkomendasikan.

Bukan karena trik.

Tapi karena kontennya benar-benar membantu.


Referensi


Kalau Anda owner bisnis dan ingin website bukan hanya ramai, tapi juga menghasilkan lead yang lebih berkualitas, mulai dari konsultan growth bisnis atau audit awal lewat Audit Growth Cepat.

Exit mobile version